
A/N : PUPUNG WIDIYA
PURNAMA
A/C : 1340001110476
A/N : PUPUNG
WIDIYAPURNAMA
A/C : 2990375499
A/N : PUPUNG
WIDIYAPURNAMA
A/C : 0177948872
A/N : PUPUNG
WIDIYAPURNAMA
A/C : 1045175982
PRESDIR DEWASKRIPSI
PUPUNG WIDIYAPURNAMA,S.Pd.,MM
YM : widiyapangestu@yahoo.com
CUSTOMER SERVICE ONLINE
CS DEWA 01
HP. 085295849992
CS DEWA 02
HP. 085224268882
085295849992
JURUSAN :
14. KEDOKTERAN
15. MANAJEMEN PERPAJAKAN
16. PERTANIAN
17 MANAJEMEN
18 EKONOMI MANAJEMEN
19 MANAJEMEN KEUANGAN
20 ILMU KOMPUTER
21 ADMINISTRASI NIAGA
22 ADMINISTRASI PUBLIK
23 AKUNTANSI
24 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
25 PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
26 BAHASA INDONESIA
27 PENDIDIKAN BIOLOGI
28 PENDIDIKAN KIMIA
29 PENDIDIKAN FISIKA
30 PENDIDIKAN MATEMATIKA
31 KEWARGANEGARAAN
32 PPKN
33 TEKNIK ELEKTRO
34 TEKNIK MESIN
35 TEKNIK SIPIL
36 TEKNIK TELEKOMUNIKASI
37 PSIKOLOGI
38 SISTEM INFORMASI
39 PERHOTELAN
(Judul-Judul Skripsi Yang Lain Masih Dalam Proses Peng uploadan ke Web)
JUDUL - JUDUL TESIS :
JURUSAN :
Analisis korelasi digunakan untuk menjelaskan kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel. Korelasi bersifat undirectional yang artinya tidak ada yang ditempatkan sebagai predictor dan respon (IV dan DV).
Angka korelasi berkisar antara -1 s/d +1. Semakin mendekati 1 maka korelasi semakin mendekati sempurna. Sementara nilai negative dan positif mengindikasikan arah hubungan. Arah hubungan yang positif menandakan bahwa pola hubungan searah atau semakin tinggi A menyebabkan kenaikan pula B (A dan B ditempatkan sebagai variabel)
Interprestasi angka korelasi menurut Prof. Sugiyono (2007)
0 - 0,199 : Sangat lemah
0,20 - 0,399 : Lemah
0,40 - 0,599 : Sedang
0,60 - 0,799 : Kuat
0,80 - 1,0 : Sangat kuat
Dalam Bivariate model, korelasi yang umum digunakan adalah Pearson, Kendall, dan Rank Spearman, namun yang dibahas kali ini adalah Pearson r Correlation aja..
Pearson r correlation:
Pearson r correlation biasa digunakan untuk mengetahui hubungan pada dua variabel. Korelasi dengan Pearson ini mensyaratkan data berdistribusi normal.
Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
B. Contoh Kasus
Pak Ali ingin mengetahui apakah ada hubungan antara pengawasan (Control), kepuasan kerja (Job Satisfaction), Disiplin kerja (discipline), dan kinerja (Performance). data dapat diambil CONTOH DATA KORELASI
Jumlah data 37.
Instrumen : angket
C. Penyelesaian Kasus dengan SPSS:
Langkah 1. Pada menu Analyze pilih “correlate bivariate” . Setelah itu akan ada tampilan sbb:
Langkah 2.
Masukkan variabel yang akan dikorelasikan ke dalam variable list.
Click on “option” and select “descriptive statistics”, abaikan yang lain lalu klik “OK”
Interprestasi
Arti angka Korelasi
1. Control – Performance. Nilai korelasi adalah positif 0.668. Besaran angka korelasi menunjukkan bahwa korelasi antara Control dan Performance berada dalam kategori “Kuat”, sementara nilai positif mengindikasikan pola hubungan antara Control dengan Performance adalah searah (semakin tinggi Control maka semakin tinggi pula Performance). Perolehan p hitung = 0.000 < 0.05 yang menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah signifikan.
2. Job Satisfaction – Performance. Nilai korelasi adalah positif 0.772. Besaran angka korelasi menunjukkan bahwa korelasi antara Job satisfaction dan Performance berada dalam kategori “Kuat”, sementara nilai positif mengindikasikan pola hubungan antara adalah searah (semakin tinggi Job Sat maka semakin tinggi pula Performance). Perolehan p hitung = 0.000 < 0.05 yang menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah signifikan.
3. Dicipline – Performance. Nilai korelasi adalah positif 0.749. Besaran angka korelasi menunjukkan bahwa korelasi antara Dicipline dan Performance berada dalam kategori “Kuat”, sementara nilai positif mengindikasikan pola hubungan antara dicipline dengan Performance adalah searah (semakin tinggi Control maka semakin tinggi pula Performance). Perolehan p hitung = 0.000 < 0.05 yang menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah signifikan.
Buku Rujukan : Prof. Dr. Sugiyono. Metode Penelitian Administasi. Bandung : Alfabeta